Ketika kita hendak memelihara hewan eksotis, terutama reptil tentu kita harus mempersiapkan di mana mereka akan hidup selama berada dalam perawatan kita. Beragam opsi dan metode pun dapat diterapkan mulai dari dipelihara dalam kandang/enclosure sampai dengan metode free roam di mana hewan tersebut dapat dengan bebas berkeliaran dalam lingkungan rumah sesuka mereka. Namun, ketika kita membicarakan tentang reptil metode free roam kurang direkomendasikan karena sifat mereka yang mengikuti insting dan tidak bisa secara langsung dikondisikan bebas dalam rumah. Maka dari itu, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai setup kandang sederhana dalam konteks di sini diperuntukkan untuk baby Varanus salvator. Yuk cuss simak artikel ini sampai habis!!
Dalam artikel ini kita akan menggunakan wadah yang paling umum dan mudah ditemui dalam kalangan hobiis, yaitu box kontainer. Rekomendasi ukuran aman yang kami rekomendasikan bisa dimulai dari CB90/95, atau secara dimensi sekitar PxLxT 58cm x 40cm x 45cm. Hal ini mempertimbangkan kebutuhan dasar baby salvator meliputi kebutuhan ruang gerak, sirkulasi yang bagus, area berjemur(basking spot), area berteduh(cooling area), tempat minum dan berendam, alas yang nyaman, tempat bersembunyi(hiding area).

Untuk tutup kandang kami membuat secara custom di tukang alluminium. Disarankan bagian atas dibikin full ram agar sirkulasi udara cukup bagus dan bisa mempermudah ketika hendak membawa baby salvator berjemur di bawah matahari langsung. Untuk standart NLI kami menggunakan ram galvanis agar kandang tetap kokoh dan tidak mudah keropos ketika terkena panas dari lampu basking.

Oke, tahap berikutnya adalah mempersiapkan aksesoris-aksesoris dalam kandang. Hal-hal dasar yang sebaiknya dipenuhi seperti hiding cave. Di sini kita menggunakan atap genteng berbahan tanah liat agar lebih dingin sebagai cooling side. Batang kayu sebagai aksesoris sekaligus buat basking spot nantinya. Wadah air plastik yang mudah didapatkan di mana-mana, cukup luas buat baby salvator berendam. Untuk alas kami tidak menggunakan opsi substrate, tetapi menggunakan papan batu untuk menutupi sebagian dasar kandang. Kenapa alas batu? Karena lebih mudah dan cepat kering meski terkena air dari rendeman.

Jangan lupa persiapkan lampu beserta dome nya sebagai sarana untuk basking spot. Untuk ukuran kandang ini, kami menggunakan intense basking spot 75W. Wih, tinggi banget? apa tidak kepanasan? Ukuran tersebut dipilih berdasarkan pengalaman dan pengukuran dilapangan, karena kita membutuhkan panas pada permukaan basking spot pada suhu 40-45C. Untuk mendapatkan suhu tersebut diperlukan lampu dengan tenaga yang cukup dan jarak lampu ke permukaan basking spot kurang lebih di 20-25cm. Cukup dekat? Iya, makanya kami sarankan posisi lampu berada diluar kandang untuk meminimalisir resiko badan biawak terbakar apabila menyentuh lampu/terlalu dekat dengan lampu. Apakah bisa digantikan dengan bolamp lainnya? Kita menggunakan spot lamp agar panas dapat difokuskan pada area basking spot saja, tidak menyebar ke seluruh kandang. Karena itu pula kami menggunakan light dome agar persebaran panas dapat lebih fokus dan optimal. Disarankan menggunakan dome dari merk-merk terpercaya untuk meminimalisir terjadinya overheat/korslet yang dapat membahayakan hewan maupun pemiliknya. Perlu diingat, penggunaan lampu hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan panas pada basking spot saja, tidak untuk memanaskan kandang secara menyeluruh. Biawak tetap membutuhkan area cooling spot dan ambience temp yang netral di suhu ruang yakni, 28-30C.

Nah, sekarang waktunya menata kandang baby salvator ini! Pertama-tama kita letakkan papan batu pada bagian dasar, kemudian disusul dengan genteng yang ditujukan untuk hiding cave. Untuk hiding cave bisa kalian taruh dalam posisi normal, disarankan tidak terkena langsung dari sorot lampu basking spot. Dalam contoh di atas, kami sengaja menaruhnya posisi terbalik agar baby salva dapat bersembunyi di sisi dalam yang mepet dinding kontainer dan bisa sekedar berteduh di sisi satunya. Pastikan posisi hiding cave sudah aman dan tidak resiko terguling atau terjatuh yang berpotensi menimpa baby salvator kalian. Tentu akan lebih aman apabila menggunakan hiding cave yang lebih ringan berbahan dasar acrylic seperti yang biasa ditemukan di toko-toko reptil lainnya.

Selanjutnya, kita bisa taruh batang kayu sebagai tempat nangkring sekaligus untuk tempat basking baby salvanya. Pastikan kayu berada di posisi yang kokoh dan tidak mudah goyang dan terjatuh. Akan lebih baik menggunakan batang kayu yang agak tebal dan ada sisi memanjang untuk tempat basking agar baby salva dapat meluruskan badan dan basking dengan optimal di sana. Hal yang perlu diperhatikan ketika menaruh kayu untuk keperluan basking adalah jarak permukaan kayu tersebut dengan sisi atas kandang. Sesuai dengan pembahasan sebelumnya, di sini kita menjaga agar jarak lampu ke permukaan kayu untuk keperluan basking spot sejauh 20-25cm.

Apabila semua sudah tertata, jangan lupa memasukkan bak air untuk tempat minum dan berendamnya. Tutup kandang, taruh lampu tepat di atas basking spot yang ditentukan, colokkan listrik dan nyalakan. Kini kandang baby salvator kita sudah selesai~

Apakah masih ada hal yang perlu dilakukan? Ada, jangan lupa untuk mengecek suhu permukaan basking spot nya menggunakan thermogun untuk memastikan kita sudah dapat suhu yang dibutuhkan. Jangan lupa juga untuk mengecek suhu area lainnya, termasuk cooling spot untuk memastikan dia bebas untuk berjemur maupun berteduh. Apabila anda memiliki thermometer dan hidrometer, bisa coba ditaruh dalam kandang di sisi yang berlawanan dari basking spot untuk dapat mengukur suhu udara netral kandang tersebut. Hidrometer digunakan untuk mengukur kelembapan dalam kandang. Pastikan kelembapan berada di sekitar 60-70%, apabila kelembapan berada di bawah 40% sebaiknya dilakukan spraying atau menambahkan substrat seperti cocochip, forest bark, dsb yang sudah dilembabkan untuk membantu menjaga kelembapan. Secara normal, lampu intense basking spot 75W yang disorotkan pada basking spot dengan jarak 20-25cm cukup aman karena panas hanya terfokus pada area tersebut dan tidak mengurangi kelembapan secara ekstrim. Sementara perilaku baby salvator yang suka keluar masuk tempat berendam akan membasahi dasar kontainer yang akan membantu perputaran kelembapan kandang tersebut.

Kini adalah saat yang dinanti-nanti! Setelah penataan kandang sudah selesai dan sesuai kebutuhan dasar baby salvator, kini kita bisa memasukkan mereka ke kandang tersebut. Mereka mungkin akan perlu waktu untuk terbiasa, jadi biarkan mereka beradaptasi terlebih dahulu. Apabila mereka sudah rutin memanjat kayu dan berjemur dengan sendirinya, berarti baby salvator kalian sudah cukup beradaptasi dikandang barunya. Pastikan kalian rutin mengganti air minum/berendam, dan membersihkan total kandang baby salvator kalian apabila dasarnya sudah terlihat kotor agar menjaga kondisi mereka tetap sehat. Selamat mencoba dan semoga berhasil!!
Salam,
Harvey Lienardo
-NLI Project-
| BACK |
|
|
|